25 Tahun Terlantar, Hotel Terbesar di Korut Dibuka

Hotel Ryugyong di Korea Utara.
Pembangunan di Korea Utara (Korut) memang tidak seperti di tetangganya, Korea Selatan. Negara komunis ini sangat ketat mengatur warganya. Demikian pun untuk pembangunan, negara menjadi pengatur utamanya.

Seperti halnya sebuah hotel yang ada di sana, bernama Ryugyong. Hotel berbentuk segitiga ini memang sangat unik, namun hampir 25 tahun, pembangunannya belum selesai juga, hal ini dikarenakan dihentikannya pendanaan.



Penampakan hotel dan kota Pyongyang.
Hotel yang dimulau dibangun ada tahun 1987, seharusnya sudah selesai tahun 1989. Tapi pada tahun 1992, Uni Soviet jatuh, dan menimbulkan kekurangan keuangan di Moskow, menyebabkan terhentinya pendataan kepada negara komunis tersebut. Sehingga hampir semua pembangunan dihentikan di Korut, demikian pun terhadap hotel ini.

Tapi pada tahun 2008, setelah enam belas tahun diam tak tersentuh, bangunan setinggi 105 lantai ini mulai dilanjutkan pembangunannya, dan yang diutamakan ada menutup bagian luarnya dengan lapisan pelindung, dan memperlihatkan hotel ini seolah-oleh telah selesai dibangun.

Dan sekarang, setelah 25 tahun berlalu, pejabat korut membuka hotel yang belum selesai ini secara keseluruhan kepada pengunjung. Dan orang-orang dari Koryo Tours menjadi orang barat pertama yang berhasil mengambil gambar keseluruhan hotel ini.

Penampakan bagian dalam hotel yang belum selesai.
Kerangka-kerangka beton yang bekarat terlihat di banyak bagian hotel di dalamnya. Tujuannya pembukaan ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif terhadap Korut, di tengah sorotan terhadap kamp-kamp penjara yang menjadi pemberitaan di seluruh dunia.

Tapi setelah pembukaan tersebut, pemerintah Korut kebingungan, di mana mereka harus mencari tamu yang akan datang, di tengah kemiskinan rakyat Korea Utara yang sangat memprihatinkan. (Sumber: http://motherboard.vice.com)
loading...

0 Response to "25 Tahun Terlantar, Hotel Terbesar di Korut Dibuka"

Post a Comment