Anak-anak di Fukushima Dihantui Musuh Tak Kasat Mata

Anak-anak bermain di dalam ruangan.
Anak-anak yang tinggal di sebuah kota kecil Koriyama, yang dekat dengan pembangkit nuklir Fukushima, tidak tahu bagaimana rasanya bermain di luar, setelah terjadi kebocoran pembangkit nuklir akibat gempa bumi tahun 2011 silam.

Kini mereka para orang tua harus memperketat kegiatan anak-anaknya di luar rumah, sehingga mereka banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Tentu saja hal ini berdampak buruk bagi perkembangan fisik anak-anak.


Koordinasi pertumbuhan mereka kini berkurang, bahkan anak-anak tidak bisa naik sepeda. Belum lagi masalah emosional yang kerap terjadi, hal ini dikarenakan adanya sebagian kecil paparan radiasi yang mereka dapatkan.

"Ada anak-anak sangat takut. Mereka meminta persetujuan terlebih dahulu,apakan ada paparan dalam makanan yang akan mereka makan, kata Mitsuhito, kepala sekolah di Taman Kanak-kanak Emporium, yang berjarak sekitar 55 kilometer dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

Anak-anak yang berusia hingga dua tahun, tidak boleh lebih menghabiskan waktunya hanya 15 menit di luar rumah, sedangkan anak-anak yang berusia 3-5 tahun, hanya boleh melakukan kegiatan di luar sekitar 30 menit.

Hal tersebut dilakukan karena kekhawatiran orangtua terhadap bahaya radiasi. Walaupun tingkat radiasi yang ada saat ini telah turun, dari sebelumnya 3,1-3,7 microsieverts saat gempa, kini hanya tinggal 0,12-0,14 microsieverts.

Walaupun dinyatakan turun, banyak orang tua yang masih membatasi anaknya untuk bermain di luar. Dan hal itu sangat merugikan, terutama anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.


Sumber: Japan
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Anak-anak di Fukushima Dihantui Musuh Tak Kasat Mata"

Post a Comment