Sisi Kumuh Dubai yang Tidak Ingin Dilihat Turis

Dapur umum yang disediakan di Sonapur.
Berbicara Dubai, pasti kita teringat akan bangunan paling tinggi di dunia, Burj Khalifa. Selain itu, Dubai juga terkenal sebagai destinasi kelas dunia, di mana saat ini banyak sekali artis Hollywood dan pebisnis besar menghabiskan waktunya waktu luangnya di sana.

Maka tidak heran, jika pemerintah Dubai terus menggenjot pembangunan kelas atas. Tetapi di sisi lain, pembangunan gedung-gedung pencakar langit, mal mewah dan bangunan lainnya, membutuhkan tenaga kasar, seperti buruh yang jarang sekali terekspose dunia.


Tempat penjualan peternakan di Sonapur.
Salas seorang fotografer asal Iran, Farhad Berahman's, mencoba mengungkapkan sisi lain Dubai yang kumuh, panas, dan padat di mana tempat ini dijauhkan dari kemewahan Dubai. Tempat ini juga cukup jauh dari pusat kota, karena dikhususkan bagi mereka yang mencari pekerjaan kasar sebagai buruh bangunan dan lainnya.


Penjaja makanan pinggir jalan di Sonapur.
Kota bernama Sonapur, berisi setidaknya 150.000 pekerja atau buruh, yang kebanyakan dari India, Pakistan, Bangladesh, dan Tiongkok.

Farhad menjelaskan bagaimana mereka hidup pas-pasan, dengan gaji yang sangat murah untuk ukuran Dubai yang begitu gemerlap dengan kemewahannya. Mereka juga bekerja lebih lama. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, kota ini tidak terdapat di dalam peta Dubai.


Kamar sempit yang dikhususkan pekerja di Sonapur.
Mereka juga tinggal di dalam ruangan yang beukuran 5x5 meter, dan ditempati sedikitny enam hingga delapan orang. Dapur juga disediakan seadanya, dan semuanya sangat buruk. Bahkan sebagian perkerja dari Tiongkok tidak mendapatkan bayaran selama beberapa bulan, dari perusahaan yang memperkerjakannya.

Untuk melihat foto lebih banyak lagi, silahkan klik tautan berikut ini: Daily Mail

1 Response to "Sisi Kumuh Dubai yang Tidak Ingin Dilihat Turis"

  1. kejam banget sampe gak dimasukkan dlam peta Dubai. haha.

    ReplyDelete