Lepas Pakaian di Angkor Wat, Turis Asal Prancis Dideportasi

Wisatawan berfoto di depan Angkor Wat.
Saat mengunjungi suatu wilayah untuk berwisata, kita harus mematuhi aturan yang berlaku, baik tertulis atau tidak. Karena bagaimanapun, sebagai turis, kita harus senantiasa menghargai setiap khasanah budaya setempat.

Jika tidak, maka sesuatu bisa terjadi kepada kita. Baik itu sesuatu yang buruk atau memalukan. Jangan sampai tujuan kita berwisata, malah menjadi bumerang. Seperti yang dilakukan oleh turis asal Prancis saat mengunjungi Kamboja.

Tiga wisatawan dari Prancis telah dideportasi dan dilarang datang kembali ke Kamboja, setelah mereka tertangkap mengambil gambar tanpa pakaian satu sama lain, di salah satu situs keagamaan terbesar di dunia.

Wisatawan asal Prancis tersebut berpose telanjang di sebuah kuil Buddha, tepatnya di dalam candi Angkor. Perilaku nakal tersebut, mengundang kemarahan dari otoritas pariwisata setempat.

Mereka lalu ditangkap di daerah Banteay Kdei, dan para wisatawan tersebut langsung menghadapi persidangan, dan dihukum karena melakukan pornografi di tempat umum.

Wisatawan yang diidentifikasi bernama Rodolphe Fourgeot, 21 tahun, Alexandre Vix, 21 tahun, dan Vincent Bocquet, 20 tahun, diberi enam bulan hukuman penjara dan denda satu juta riel sekitar Rp3,2 juta, dan kamera sebagai peralatan wisatawan disita.

Mereka juga telah dilarang kembali ke Kamboja selama empat tahun, sebagai hukuman Siem Reap, dan diharapkan menjadi upaya pencegahan tindakan yang serupa di situs Warisan Dunia UNESCO.

"Kami menggunakan prosedur deportasi untuk memperingatkan orang asing lainnya," kata Wakil Jaksa Sok Keo Bandith.

Candi yang terletak di Angkor ini, sangat bersejarah, yang mencakup luas sekitar 150 mil persegi dan dikenal dengan Candi Angkor Wat, monumen keagamaan terbesar di dunia. Dan menjadi daya tarik wisata paling terkenal di Kamboja, dengan lebih dari 1,5 juta pengunjung per tahunnya.

Angkor adalah rumah dari kerajaan Khmer dari 9 hingga abad ke-15.

Ketiga warga Prancis ini, bukanlah turis pertama yang meakukan tindak pelanggaran hukum, saat mengunjungi kompleks. Oktober lalu, seorang wanita 40 tahun dari Selandia Baru mengaku melakukan hal yang melanggar, terhadap patung Buddha di kuil Bayon.

Dia diinterogasi oleh polisi dan dibebaskan, dan meninggalkan negara tersebut pada saat pemerintah berusaha menangkapnya di hari berikutnya.

via dailymail.co.uk

1 Response to "Lepas Pakaian di Angkor Wat, Turis Asal Prancis Dideportasi"

  1. Kita harus menghargai budaya setempat. Apalagi jika kita orang asing.

    ReplyDelete