Gadis Cantik Pemburu Hewan Ini Dilarang Datang ke Afrika

Michaelka Fialova dan hewan buruannya. sumber
Bebruru hewan buas di alam liar, biasanya dilakukan para pria. Dan mereka biasanya berburu hewan-hewan berbahaya dan cukup buas, terkadang hewan yang hamir punah pun menjadi targetnya. Tentunya hal ini sangat miris untuk dilakukan.


Jika berburu hewan yang menjadi hama, seperi babi liar atau tikus, mungkin tidak akan dipermasalahkan. Tetapi jika yang diburu hewan terancam punah seperi singa, zebra bahkan jerapah, tentu akan menimbulkan pertentangan.

Perburuan semacam ini yang selalu dilakukan gadis cantik bernama Michaelka Fialova, ia selalu berkeliling dunia untuk mencari target buruannya. Bahkan, ia juga selalu mempublikasikan hasil buruannya di akun Facebook miliknya.

Gadis cantik asal Republik Ceko ini bahkan mengabaikan himbauan, untuk menghentikan kebiasaannya tersebut. Tetapi ia tidak bergeming, dan selalu melakukannya lagi di tempat berbeda.

Kini, gadis berusia 27 tahun tersebut dilarang datang ke Afrika, setelah ia mempublikasikan foto dengan zebra yang dibunuhnya, lalu memakan daging zebra tersebut. Dan ia juga melakukan hal yang sama terhadap hewan berleher panjang, jerapah yang cukup langka kini keberadaannya.

Fialova sendiri sudah berburu di alam liar sejak berumur 13 tahun, dan ia telah melakukan perburuan ke Slowakia dan Hogaria untuk berburu babi, muflon, dan hewan endemik lainnya.

Selain sebagi pemburu, ia juga merupakan pelatih pribadi tindu dan menendang, dan pemandu bagi pemburu lainnya di Afrika dan Eropa.

Kegiatannya tersebut membuat beberapa orang membuat petisi online di situs change.org yang berjudul "Melarang Michaelka Fialova ke Afrika." di mana ia serig menunjukkan hewan buruannya di situs jejaring pribadi milinya.

Namun bukan hanya kecaman saja, beberapa orang juga memberikan pujian dengan apa yang dilakukannya, hal ini terlihat dari sekitar 20.500 orang yag menyukai halamannya.
loading...

0 Response to "Gadis Cantik Pemburu Hewan Ini Dilarang Datang ke Afrika"

Post a Comment