Lawan ISIS, 'Singa Betina' dari Suriah Siap Bertempur

Tentara wanita sedang mengendarai tank. Foto
Empat tahun yang lalu, tidak ada tempat bagi seorang wanita untuk menjadi bagian dari Angkatan Darat Suriah, apalagi mengemudikan salah satu tank tempur dan menembakkan roket ke musuh.

Tapi kini, wanita menjadi bagian dari kekuatan militer yang paling elit yang dimiliki oleh rezim di Suriah, Garda Republik, yang bertugas membela wilayah pinggiran Damaskus dari serangan pemberontak.

Wanita-wanita ini pertama kali direkrut untuk kelompok tentara elit--satu-satunya batalion diperbolehkan untuk mengakses dalam batas-batas Damaskus--hampir setahun yang lalu.

Hari ini, sekitar 800 wanita 'sepur' ini berada di jalan-jalan kota, mengisi kekurangan tentara yang telah dikirim keluar untuk melawan para pejuang oposisi di seluruh negeri.



Tentara wanita sedang memgang bazoka.
Mereka dijuluki 'Singa Betina Pertahanan Negara,' wanita ini akan berpatroli di pinggiran kota, memantau dan mengamankan garis depan dengan penembak jitu, roket dan senapan mesin.

Kelompok elt ini kerap bentrok dengan pemberontak di daerah Jobar yang sedang bergolak, di Damaskus Timur-- yang merupakan pertempuran kecil dalam perang empat tahun, yang telah menewaskan lebih dari 220.000 jiwa.

Tetapi sementara mereka melihat kemudahan dalam peran baru mereka, itu adalah jauh dari Garda Republik dibayangkan ketika diciptakan pada tahun 1976.



Tantara wanita menembakkan rudal.
Batalyon ini juga dikenal sebagai Pengawal Presiden, diciptakan khusus untuk membela ibukota negara, dan para pemimpinnya, dari serangan.

Mereka dianggap yang paling bergengsi dari semua batalyon dengan bersenjata lengkap, dan Presiden Suriah, Bashar al-Assad disebutkan telah melatih Garda Republik.

Menurut sebuah buletin yang dikeluarkan oleh Intelligence Timur Tengah, hanya mereka yang paling loyal yang akan direkrut. Ketika perang pertama pecah pada tahun 2011, penjaga ini mengamankan kota.

Tantara wanita turun dari tank.
Tapi pada tahun 2012, mereka dikirim untuk memerangi berbagai ancaman yang dihadapi rezim Assad: pemberontak menuntut demokrasi, dan kemudian ISIS.

Dalam upaya untuk meningkatkan jumlah pasukan angkatan bersenjata, Assad memutuskan untuk mengizinkan wanita untuk bergabung dengan tentara pada tahun 2013.

Awalnya, sekitar 500 perempuan direkrut untuk menjaga pos-pos pemeriksaan, dan melaksanakan pemeriksaan keamanan dalam upaya untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh pasukannya yang berkurang.

0 Response to "Lawan ISIS, 'Singa Betina' dari Suriah Siap Bertempur"

Post a Comment