Bayi Dua Bulan Dianiaya Anjing Peliharaannya Hingga Tewas

Anjing pit bull. Foto
Mempunyai hewan peliharaan bisa menjadi hal yang berbahaya, jika Anda mempunyai anak kecil, terutama bayi. Apalagi ditambah binatang peliharaan tersebut mempunyai ukuran yang cukup besar, kuat dan agresif.

Walaupun binatang peliharaan bisa dibilang jinak sekalipun, para orangtua yang memilikinya wajib waspada. Walaupun kita sering diberitahukan oleh berita-berita, jika binatang seperti anjing bisa diajak untuk 'mengasuh' anak.

Mungkin untuk jenis-jenis anjing tertentu bisa, tetapi jika Anda memiliki anjing seperti pit bull maka lebih baik dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Selain agresif, tenaga anjing yang satu ini juga sangat kuat.

Kejadian mengerikan juga terjadi pada orang tua ini, di mana anaknya yang masih berumur dua bulan dianiaya sampai meninggal oleh anjing pit bull keluarga.

Pihak berwenang di Dallas, Texas, mengatakan Brayden Lamar Wilson tertidur saat ia duduk di kursi goyang di rumahnya. Dan setelah terbangun, ia pergi ke kebun untuk mematikan alat penyiram taman.

Sementara itu anaknya berada di dalam rumah sendirian tanpa pengawasan. Dan saat ia kembali ke rumah, ia disambut oleh pemandangan yang mengerikan, anaknya berlumuran darah akibat serangan terus menerus.

Saat ia mencoba untuk menghentikan serangan, sementara ibu yang datang langsung digigit dua kali oleh hewan peliharaan tersebut.

Sang ayah akhirnya berhasil meraih anjing, dan menyeretnya keluar rumah sebelum menembak binatang tersebut hingga mati.

Brayden dibawa ke perawatan anak di Medical Centre, Dallas, di mana ia dinyatakan meninggal.Perlindungan Anak mengatakan, mereka akan menyelidiki insiden mengerikan tersebut.

Ini adalah peringatan bagi Anda, yang memiliki anak kecil di rumah, terutama bayi yang tidak berdaya.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Bayi Dua Bulan Dianiaya Anjing Peliharaannya Hingga Tewas"

  1. yeeeeeaaayyyy......... anjing lucu... sini.. sini .. ayo makan bayi ... sini.... ck,... ck... ck...

    ReplyDelete