Cara Bertahan dari Serangan Jantung Saat Sendirian

Serangan jantung. Foto
Serangan jantung atau yang biasa disebut infark miokard (MI) dalam bahasa medis, adalah keadaan darurat medis. Hal ini akibat adanya kematian dari bagian otot jantung, yang disebabkan oleh hilangnya suplai darah.

Menurut survei yang telah dilakukan, 80 persen dari kasus kematian yang disebabkan oleh serangan jantung, orang-orang sedang dalam keadaan sendirian. Dan saat terjadi serangan jantung, mereka tidak dapat membantu dirinya sendiri.

Bagaimana melihat jika Anda mengalami serangan jantung? Anda dikatakan mengalami serangan jantung, jika terasa nyeri di dada yang menyebar ke bagian lengan dan rahang.

Menurut dokter, Anda memiliki 15 detik untuk membantu diri sendiri sebelum Anda kehilangan kesadaran. Dan itu adalah saat penting, yang bisa menyelamatkan Anda atau kematian menjemput.

Dengan melakukan perawatan darurat sendiri, berarti Anda memiliki waktu untuk mendapatkan bantuan atau datang ke rumah sakit terdekat. Adapun jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala-gejala seperti ini, mungkin sedang mengalami serangan jantung:

1. Sakit tajam seperti ditusuk pisau yang tidak hilang hanya dengan istirahat.

2. Nyeri pada kedua lengan, leher, rahang atau perut.

3. Pusing, mual, dan kesulitan bernapas 

Bila Anda memiliki semua ini, ikuti tips sederhana berikut ini yang dapat membuat perbedaan:

1. Beritahu orang terdekat. Segera hubungi nomor darurat dan jangan menutup telepon.
2. Meningkatkan oksigen Anda. Cobalah untuk membuka jendela dan bernapas.
3. Batuk. Coba untuk batuk setidaknya setiap 3 detik, untuk membantu tubuh menyingkirkan setiap penyumbatan yang ada.
4. Jangan menonumsi minuman dan makanan. 

Kuncinya adalah untuk menjaga Anda tetap tersadar selama mungkin, sampai bantuan medis datang. Serangan jantung memang tidak bisa disembuhkan secara langsung, karena membutuhkan keahlian dokter dan obat-obatan.

3 Responses to "Cara Bertahan dari Serangan Jantung Saat Sendirian"

  1. Informasi yang bagus. Serangan jantung memang bisa dialami kapan dan di mana saja. Tak hanya di tempat umum yang banyak orangnya saja, namun juga saat sedang sendirian.

    ReplyDelete