Foto-foto Pasukan Hantu yang Berhasil Menipu Tentara Nazi

Pasukan hantu Perang Dunia II. Foto
Perang mungkin hal yang paling dihindari setiap orang. Namun pada era 1900-an, perang tidak bisa dihindari. Tujuannya beragam, mulai dari keinginan menaklukkan sebuah negara, hingga menjarah sumber daya alam.

Banyak sekali strategi yang dilakukan baik musuh maupun sekutu, tujuannya tentu untuk memenangkan sebuah peperangan. Ada yang berhasil dilakukan ada juga yang gagal. Dan salah satu strategi yang dilakukan adalah penipuan.

Penipuan dan umpan adalah bagian dari strategi perang. Selama Perang Dunia II, pasukan Sekutu mempekerjakan puluhan trik yang sangat membingungkan, menyesatkan atau mengintimidasi tentara Jerman, dari mulai menurunkan boneka tentara hingga membuat tank replika.

Satu operasi penipuan yang cukup sukses dan terungkap hanya beberapa tahun yang lalu, adalah yang disebut Ghost Army atau tentara hantu. 
Pasukan hantu mengawal tank replika.
Sekitar 1.100 tentara hantu diterjunkan ke medan perang, yang notabene adalah orang-orangan yang meniru unit Angkatan Darat Amerika Serikat dalam menipu musuh. Orang-orang yang terdiri dari satuan rahasia ini, bukan prajurit biasa.

Mereka adalah seniman, ilustrator dan teknisi suara yang dipilih di New York dan sekolah seni Philadelphia. Mereka tidak membawa senapan berat seperti M1s dan Thompson, tapi tank yang mereka bawa cukup ditiup sehingga berukuran sama dengan tank aslinya, pesawat karet, amplifier dan speaker yang kuat untuk meniru suara yang dibuat oleh peralatan aslinya.

Selama perang, tentara hantu ini melakukan perjalanan di seluruh Eropa, yang bertujuan menciutkan legiun Hitler. Mereka menggelar lebih dari 20 operasi, di mana mereka menyulap puluhan konvoi palsu, divisi phantom dan membuat musuh percaya tentang kekuatan dan lokasi unit Amerika. 
Pasukan hantu menyiapkan tank palsu.
Tentara hantu ini diperkirakan telah menyelamatkan puluhan ribu nyawa tentara, di mana hampir tidak ada yang tahu tentang keberadaan mereka. Keberadaan mereka sangat rahasia dan tetap demikian selama lebih dari 40 tahun, setelah perang berakhir.

Untuk menciptakan kesan tentara besar, setiap seniman akan mengatur tank, truk, artileri dan pesawat terbang yang ditiup, sambil memutar suara rekaman dari unit lapis baja dan infanteri melalui speaker raksasa, yang bisa didengar hingga 15 mil jauhnya. 
Kendaraan palsu pasukan hantu.
Operator radio juga membuat jaring lalu lintas palsu, aktor berpakaian seperti tentara nongkrong di kafe lokal dan cerita palsu disebarkan. Kadang-kadang setiap unit akan mendorong hanya beberapa truk untuk menciptakan ilusi unit infantri, seolah-olah ada kehadiran 20-40 ribu orang di sana.

Salah satu kinerja terbesar yang mereka lakukan, datang menjelang akhir perang. Pada bulan Maret 1945, sekitar 9 tentara disiapkan untuk menyeberangi Rhine ke Jerman, tanggal 23 mereka dipanggil untuk berpura-pura menyeberang di tempat yang berbeda, untuk menarik tentara Jerman jauh dari titik serangan nyata. Lebih dari 600 tank dan artileri ditiup dan disiapkan. Pada malam hari mereka memainkan suara truk dan serangan.

Pada siang hari mereka bermain suara konstruksi berat, seakan unit-unit besar sedang disatukan. Tembakan artileri menirukan suara aslinya. Sementara Jerman memutuskan untuk mundur, dan menghindari tentara yang disangka besar ini.

Setelah perang berakhir, banyak dari orang-orang yang bertugas di unit ini, melanjutkan karir seni mereka. Beberapa menjadi terkenal, termasuk perancang busana Bill Blass, pelukis Ellsworth Kelly dan fotografer Art Kane.

Ini adalah salah satu strategi penipuan perang yang cukup berhasil.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Foto-foto Pasukan Hantu yang Berhasil Menipu Tentara Nazi"

  1. itu ilmu strategi perang tiongkok yang di tiru

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu? source please?? situ Anti Allies? Anti Barat? Dasar pengikut teroris kotor

      Delete
    2. napa lu..nama bin laden pasaran di arab, taunya cuman teroris doank

      Delete
    3. cangcimen...cangcimen....cangcimen...

      Delete