Sedih, Bayi Orangutan Ini Ditemukan Menangis dan Sendirian

Bayi orangutan bernama Asoka. Foto
Layaknya manusia, binatang juga bisa merasakan sedih dan senang. Terutama binatang yang mempunyai sosialisasi cukup tinggi, dan hidup dalam sebuah kelompok. Maka saat salah satunya ditinggalkan, pasti akan merasakan kesedihan.

Dan salah satu hewan yang hidup berkelompok adalah orangutan, yang hidup di pulau Kalimantan atau Sumatera. Mereka juga bisa merasakan kesedihan, bahkan menangis. Bahkan saat mereka masih dalam keadaan bayi.

Salah satunya bayi orangutan yang tidak memiliki induk ini, yang ditemukan menangis seperti bayi manusia. Dan ia ditemukan sendirian di hutan hujan di Kalimantan, saat diselamatkan.

Bayi orangutan yang kini diberi nama Asoka, ditemukan oleh seorang pria lokal. Ia langsung diselamatkan dan deiberi makan susu empat kali sehari.

Bertepatan dengan Hari Internasional Orangutan hari ini, 21 Agustus 2015, International Animal Rescue (IAR) yang berbasis di Inggris telah merilis foto-foto dari kera yang sedang dirawat oleh tim di Kalimantan Barat.

Asoka adalah kera terbaru yang akan dirawat di pusat rehabilitasi IAR di Ketapang, Kalimantan Barat, Kalimantan Indonesia.

Penduduk lokal yang menemukannya merasa sangat kasihan pada bayi orangutan ini dan membawanya pulang. Mengetahui bahwa orangutan adalah spesies yang dilindungi, ia menghubungi departemen kehutanan setempat, meminta mereka untuk memelihara bayi yang ditinggalkan induknya ini.

Asoka yang berusia empat atau lima bulan ini memiliki berat hanya 2 kilogram, ia tinggal dengan keluarga selama empat minggu dan tidur dengan keluarga manusianya ini.

Alan Knight, kepala eksekutif IAR, mengatakan: "Asoka adalah orangutan terbaru untuk datang ke pusat kami. Dia sangat lucu, tetapi nasib tragis mengancam kelangsungan hidup populasi orangutan di Kalimantan dan Sumatera."

Sebagaimana diketahui, industri kelapa sawit terus melahap hutan hujan, semakin banyak orangutan yang kehilangan tempat tinggal, kelaparan dan rentan terhadap pemburu.

Manusia juga memburu orangutan dewasa, sedangkan orangutan kecil dijual sebagai hewan peliharaan. Dan pusat penyelamatan hewan seperti IAR akan menjalani rehabilitasi dalam persiapan orangutan kembali ke alam liar. Tetapi pada saat si kecil Asoka siap dilepas, hutan yang tersisa baginya menghilang.

Saat ini hanya ada 50.000 orangutan yang tersisa di alam liar, sebuah angka yang telah menurun dari 120.000 pada 60 tahun yang lalu. Sungguh tragis nasib hewan yang satu ini.
loading...

1 Response to "Sedih, Bayi Orangutan Ini Ditemukan Menangis dan Sendirian"

  1. Saya sbg warga dr Ketapang, Kalimantan Barat turut sedih, malu dan prihatin atas kejadian ini....

    ReplyDelete