Gurun Ini Simpan Cadangan Air Terbesar di Dunia

Cekungan Tarim. Foto
Perubahan iklim membuat beberapa negara terserang kekeringan, cuaca panas, hingga hujan lebat yang tidak menentu. Di beberapa negara sungai-sungai mengering, bahkan laut mati semakin hari semakin mengering.

Kekeringan membuat pasokan air langka, dan orang-orang susah untuk mendapatkan air. Tetapi siapa sangka, jika sumber air terbesar di seluruh dunia, justru ada di tempat terkering yaitu di gurun. Hal ini dikuatkan oleh peneliti.

Cekungan Tarim yang berada di provinsi Xinjiang barat laut Tiongkok, yang mencakup luas sekitar 350.000 mil persegi, adalah salah satu tempat paling kering Anda bisa bayangkan. Di kelilingi oleh pegunungan, yang menyebabkan udara lembab dari laut terhalang, sehingga curah hujan snagat sedikit.

Di sini, curah hujan sekitar kurang dari 4 inci per tahun. Daerah ini sangat dangkal, berlumpur, dan sungai Tarim tidak menyediakan banyak air yang baik.

Namun ilmuwan Tiongkok telah menemukan bahwa, cekungan Tarim sebenarnya memiliki pasokan air yang berlimpah, sekitar 10 kali lipat jumlahnya jika sungai di Amerika Utara dikombinasikan. Masalahnya adalah bahwa air dalam akuifer raksasa ini seperti laut bawah tanah.

Airnya terlalu asin untuk digunakan oleh warga di kawasan itu, tetapi air raksasa ini tampaknya memainkan peran dalam membantu untuk memperlambat perubahan iklim.

Temuan ini dilaporkan dalam sebuah artikel baru-baru ini dalam Geophysical Research Letters.

"Ini adalah jumlah menakutkan dari air. Perkiraan kami adalah konservatif, jumlah yang sebenarnya bisa lebih besar," kata profesor Li Yan, yang memimpin penelitian di Akademi Ilmu Pengetahuan China Xinjiang Institut Ekologi dan Geografi di Urumqi, ibukota Xinjiang, mengatakan kepada South China Morning Post.

Para ilmuwan benar-benar menemukan laut bawah tanah yang sangat besar, dan menjadi tempat penyerapan karbon dioksida. Sebuah studi 2014 di Nature Climate Change, yang menemukan bahwa Gurun Mojave bertindak sebagai penyerap karbon, menyarankan bahwa gurun di dunia mungkin memainkan peran yang mirip dengan lautan dan hutan, yang akan menyerap dan menyimpan beberapa emisi karbon berlebih dari aktivitas manusia.

Para ilmuwan Tiongkok mengambil sampel air bawah tanah dari hampir 200 lokasi, dan mengukur kadar karbon dioksida di dalamnya, kemudian membandingkannya dengan tingkat dalam pencairan salju yang secara bertahap merembes ke dalam tanah dari pegunungan sekitarnya.

Li menggambarkan air yang kaya akan karbon dioksida di tanah seperti "kaleng Coke." Jika akuifer entah bagaimana dibuka, "semua gas rumah kaca akan melarikan diri ke atmosfer."

Sebuah studi terpisah oleh para ilmuwan Jerman menemukan bahwa, air bawah tanah di kawasan ini sebenarnya bisa lebih asin lagi, akibat pertanian kapas terbesar di wilayah tersebut.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Gurun Ini Simpan Cadangan Air Terbesar di Dunia"

Post a Comment