Kisah Sedih 'Keluarga Serigala yang Dikutuk'

Keluarga 'serigala' dengan wajah penuh rambut. Foto
Memiliki rambut berlebih di bagian wajah bagi sebagian orang akan menurunkan kepercayaan diri, terutama bagi wanita. Tentunya dengan rambut, kecantikan atau ketampanan seseorang bisa terhalangi atau berkurang, bahkan bisa jadi bahan ejekan.

Rambut berlebih di wajah memang bisa saja mengganggu aktivitas kita, dan juga perawatannya bisa jadi tidak murah untuk menutupinya. Tetapi bagi satu keluarga ini, rambut berlebihan di wajah mereka tidak bisa dihindari. Bagaimana kisahnya?

'Keluarga serigala' begitulah masyarakat setempat kerap menyebut mereka, karena adanya kelebihan rambut di wajah layaknya serigala. Dan salah satu anggotanya yang bernama Jesus 'Chuy' Aceves pernah terbangun suatu pagi, dan menemukan satu kucing keluarganya telah dibunuh.

Kemudian dalam perjalanan untuk bekerja di sebuah bangunan di Meksiko, ada orang lain mengejeknya dengan melolong di hadapannya, sambil menyebut dia nama-nama seperti 'binatang', sebelum mengambil kamera dan memfoto dirinya.

Ini adalah hari yang normal dalam kehidupan 'Manusia Serigala' yang menjadi pemain sirkus terkenal di dunia, karena wajahnya ditutupi rambut yang tebal dan hitam.

Bukan hanya dia saja yang memiliki rambut tebal di wajahnya, seluruh keluarganya yang terdiri dari 30 orang sama persis seperti dia--dan dengan kejammereka dijauhi di kota asalnya Loreto, utara-barat Meksiko.
Keluarga serigala.
Tapi bagi Chuy, ia telah membintangi beberapa film dokumenter, liputan TV dan beberapa penelitian tentang gangguan genetik. Kini ia menceritakan bagaimana penduduk setempat memperlakukan mereka layaknya 'binatang hutan', membunuh hewan peliharaan dan dan menjauhi keluarganya, seolah-olah mereka adalah setan.

Pada umur 12 tahun, Chuy bepergian dari kota ke kota untuk bekerja di sebuah sirkus. Dua sepupunya pun ikut bergabung, dan menawarkan atraksi sebagai objek tontonan orang-orang. Trio serigala ini menghabiskan beberapa tahun berkeliling Meksiko, di mana mereka 'terkunci' di dalam kandang layaknya binatang.

Setelah hampir tiga dekade bepergian, Chuy akhirnya berhasil mendapatkan istri, dan ia memutuskan untuk melepaskan kehidupan di sirkus dan kembali ke rumah untuk bekerja di tempat pembuangan sampah.

Dia tidak menyesal menghabiskan hidupnya sebagai pemain sirkus, tapi setelah meninggalkan rumah sejak belia, ia tidak memiliki keahlian apapun selain memetik buah, sebagai buruh atau bekerja di pembuangan limbah.

Namun ini bukan hanya soal Jesus 'Chuy' Aceves yang menderita 'sindrom manusia serigala', seluruh keluarganya memiliki wajah yang tertutup rambut karena mutasi genetik. Keluarga tersebut juga menderita pelecehan oleh penduduk lokal.

Seluruh keluarganya dipengaruhi oleh mutasi genetik yang disebut Congenital Hypertrichosis, yang dikenal sebagai 'Werewolf Syndrome', yang menyebabkan jumlah abnormal pertumbuhan rambut di seluruh tubuh.

Fenomena ini dimulai dari nenek mereka, yang pertama kali menunjukkan ciri-ciri hipertrikosis, yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam keluarganya.

Sekarang gen tersebut menjadi dominan dalam garis keturunannya, lima generasi berikutnya dari keturunan Chuy kemungkinan besar akan lahir dengan sindrom manusia serigala. Dan terbukti pada bayi yang baru lahir dalam keluarga Chuy, yang sudah ditumbuhi rambut di wajahnya.

Chuy sendiri telah memiliki dua anak perempuan, Araceli dan Karla, yang mewarisi karakteristik berbulu dari ayahnya dan sekarang secara teratur mencukur wajahnya untuk memerangi bullying di sekolah.

Yang menyedihkan, generasi termuda dari keluarga ini mengatakan bahwa mereka tidak ingin memiliki anak, mengingat diskriminasi yang kerap mereka alami di sekolah. Ditolak oleh masyarakat, keluarga ini memiliki waktu yang sulit mencari pekerjaan.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sedih 'Keluarga Serigala yang Dikutuk'"

Post a Comment