'Pelangi' dari Citarum Ancam Warga Jakarta

Sungai Citarum.
Citarum telah menjadi sungai yang penting dalam pembentukan peradaban di Pasundan. Sungai ini telah menjadi sumber air utama untuk beragam aktivitas, mulai dari sumber air hingga menjadi sumber penghidupan masyarakatnya.

Namun seiring perkembangan zaman, era tradisional telah berganti dengan moderitas di mana mesin-mesin telah menggantikan kehidupan. DI situlah di mulainya pencemaran sungai Citarum, hingga kini menjadi sungai berpredikat buruk, yaitu salah satu yang tercemar di dunia.

Padahal, sungai ini memberikan pasokan air bagi masyarakat yang tinggal di hilir, termasuk sebagai pasokan air bagi perusahaan pengolah air bersih yang beroperasi d Jakarta.

Penyebab utama dari beracunnya air di sungai Citarum adalah banyaknya pabrik yang berdiri di sepanjang aliran sungai, dimulai dari wilayah Majalaya, di mana puluhan pabrik tekstil berdiri dengan 'gagahnya.'

Dan dengan rutin, mereka membuang limbah beracun yang sulit untuk diuraikan secara alami yang bisa menyebabkan kanker. Padahal, aliran air sungai ini akan berada dalam 'penampungan' sementara di waduk Saguling, di mana puluhan hingga ratusan nelayan membudidayakan ikannya di sana.

Limbah yang terakumulasi di dalam tubuh ikan, jika kita konsumsi bisa sangat berbahaya. Pemerintah seolah-oleh tidak kuasa untuk menertibkan para pencemar (pemilik pabrik) untuk mengolah limbahnya.

Limbah dari pabrik yang terkadang berwarna hijau, merah, biru bak pelangi ini, justru membahayakan siapapun yang mengonsumsi hasil dari Citarum ini, mulai dari air hingga ikan.

Lalu sampai kapan pemerintah mampu untuk membersihkan dan membebaskan sungai Citarum dari limbah? Entahlan jawabannya..

Berikut video pengakuan bagaimana asal usul Citarum menjadi sungai yang paling tidak ramah dan berbahaya.

loading...

1 Response to "'Pelangi' dari Citarum Ancam Warga Jakarta"

  1. Mencemari sungai = bunuh diri berjama'ah pelan-pelan

    ReplyDelete