Berlian di Cincin Kecil, Lamaran Pria Ini Ditolak

Lamaran ditolak Foto
Wanita mana yang tidak senang, jika dirinya dilamar oleh kekasih pujaannya. Ada perasaan bahagia, bagi wanita manapun ketika pacarnya mengajak ke jenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan.

Tetapi ternyata, tidak semua wanita langsung mengatakan "iya" ketika kekasihnya memperlihatkan cincin pertunangan. Alasannya bisa beragam, bahkan ada yang tidak masuk akan sekalipun.

Meskipun lamaran tersebut diadakan dengan acara yang cukup meriah, di mana banyak orang yang membantunya menyukseskan acara lamaran ini, ternyata bisa saja ditolak akibat cincin yang kekecilan. Lantas bagaimana nasib si pria?

Temui Kekasih Onlinenya, Pria Ini Ditolak Mentah-mentah

Miris nasib pria asal provinsi Sichuan, yang akhirnya gagal melamar sang pujaan hati, setelah pacarnya tidak puas dengan cincin kawin yang ditawarkan kepada dirinya.

Menurut NetEase, beberapa malam sebelumnya sang pria mengatur acara lamaran dengan tema "flash mob" di sebuah jalan di Chengdu. Setelah para penari selesai melakukan aksinya, ia berlutut untuk melamar pacarnya yang tersentuh dengan kejutan dan mulai menangis.

Namun kekecewaannya dimulai, ketika cincin pertunangan tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Karena tidak puas, dia berbalik dan meninggalkan tempat kejadian tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Sebuah screenshot percakapan di WeChat yang diduga antara dia dan pacarnya kemudian bocor secara online.

Tiga Penyebab Doa Anda Tidak Dikabulkan

Di dalamnya tertulis: "Dia setuju untuk membelikan saya cincin berlian besar lebih dari satu karat. Mengapa ini begitu kecil? Apakah ia begitu ceroboh atau dia tidak pernah peduli padaku?"

Temannya menjawab, "Jangan khawatir. Mungkin lebih besar akan menunggu nanti atau dia belum siap kali ini."

Mungkin pacarnya tersebut terlalu matre, sehingga tidak mau mengiyakan lamarannya tersebut. Bagaimana dengan Anda?


Loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Berlian di Cincin Kecil, Lamaran Pria Ini Ditolak"

Post a Comment