Kayakoy, Kota Hantu di Turki yang Menyeramkan

Kota mati Kayakoy. Foto
Mendengar kata hantu, pikiran kita tertuju kepada sosok tak kasat mata yang menyeramkan. Apalagi beberapa sosok hantu terkenal di dunia, kerap diangkat ke layar lebar dan banyak ditonton.

Ya, itulah persepsi kita akan hantu. Biasanya, mereka tinggal di tempat sepi, gelap dan juga tidak berpenghuni. Apalagi jika ada kota yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya, bisa jadi tempat tersebut yang menyeramkan.

Salah satunya adalah kota ini yang berjarak delapan kilometer ke selatan dari kota Fethiye di barat daya Turki. Di sini terletak reruntuhan sekitar lima ratus rumah, milik masyarakat dari Livissi. Siapa penduduk asli kota ini?

Melihat Kuburan Ratusan Rumah Mewah Seharga Rp24 Triliun

Kota Kayakoy.
Dahulu, pendduduk kota ini terdiri dari Kristen Ortodoks yang berasal dari Yunani. Livissi, sekarang dikenal sebagai Kayakoy atau Rock Village, yang dibangun sekitar abad ke-18, dan menjadi tempat di mana penduduk pulau Bizantium Gemiler melarikan diri untuk menghindari bajak laut. Selama masa kejayaannya, Livissi memiliki populasi sebanyak 10.000 hingga 20.000 jiwa.

Sebelum Perang Dunia Pertama, ada banyak penduduk Yunani yang hidup damai di seluruh Turki barat. Tapi ketika Perang dimulai, orang Yunani ini tiba-tiba menjadi musuh, terutama pada kejayaan Ottoman.

Beberapa ratus ribu orang Yunani dibantai selama perang, sebagai bagian dari pembersihan etnis yang dilakukan oleh Turki. Beberapa melarikan diri ke Yunani. Lainnya dideportasi secara paksa.

Sementara penduduk Livissi diusir dari rumah mereka, dan dan harus berjalan kaki ke lokasi lain sejauh 220 kilometer. Jumlah orang yang tewas tak terhitung, akibat kelaparan dan kelelahan selama perjalanan menuju kematian ini.

Setelah kekalahan Turki dalam Perang dan runtuhnya Kekaisaran Ottoman, orang Yunani memutuskan untuk pergi kembali tanah mereka dan menyerang Turki. Namun perang yang terjadi selama tiga tahun tersebut, hanya menjadi ajang pembunuhan massal, pemerkosaan, penyembelihan, pembakaran kota dan lainnya.
Kota hantu Kayakoy.
Hingga akhirnya, perjanjian damai ditandatangani pada tahun 1923, dan kedua negara sepakat untuk melakukan pertukaran populasi. Lebih dari satu juta Kristen Ortodoks Yunani yang tinggal di Turki harus kembali ke Yunani. Dalam cara yang sama, sekitar 500.000 Muslim harus meninggalkan wilayah Yunani dan kembali ke Turki.

Pada saat perang berakhir, Livissi ditinggalkan. Dan kota berbukit serta berbatu ini tidak lagi dibuat untuk tempat tinggal. Pada tahun 1957, sebuah gempa berkekuatan 7,1 magnitude membuat Livissi kian ditinggalkan, menghancurkan sebagian besar bangunan kota.

Nasib Tempat Wisata di Mesir yang Jadi Kota Hantu

Kini, kota Livissi berganti nama menjadi Kayakoy, banyak bangunan dipertahankan sebagai museum dan monumen bersejarah.
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...

1 Response to "Kayakoy, Kota Hantu di Turki yang Menyeramkan"