Ini Dia Suku di Amazon yang Kerap Berburu dan Makan Monyet

Pemburu monyet. Foto
Tidak ada restoran makanan cepat saji atau toko kelontong di hutan hujan Ekuador timur, jadi jika Anda lapar maka harus mencari sendiri makanan di hutan yang masih lebat dan penuh dengan binatang.

Memang tidak mudah melakukannya, terutama bagi Anda yang biasa hidup dengan mudah dan tinggal tunjuk saat menginginkan makanan. Tapi bagi orang-orang Huaorani, mencari makanan bisa jadi hal yang sulit dan melelahkan.

Dan pilihan makanan yang mereka miliki pun tidak banyak, dan untuk kebutuhan daging mereka sering berburu monyet serta binatang-binatang lainnya. Bagaimana kehidupan suku kecil ini?

Suku pemburu monyet.
Ada kurang dari 4.000 orang di suku Huaorani. Mereka adalah para ahli bergelantungan di pohon dan berbaring menunggu primata, yang mereka bunuh dengan panah beracun yang ditiup dari sumpit.

Daging monyet adalah salah satu makanan pokok mereka, termasuk babi dan binatang pengerat lainnya. Suku Huaorani tinggal tidak jauh dari Rio Napo, yang dekat dengan Amazon di negara tetangga Peru.

Seorang fotografer Inggris bernama Pete Oxford, mengabadikan bagaimana suku ini hidup dengan cara yang sangat alami dan jauh dari modernitas. Ia mengatakan: "Huaorani adalah orang hutan yang sangat selaras dengan lingkungan mereka. Tapi hari ini, mereka menghadapi perubahan radikal karena dekat dengan lokasi eksplorasi minyak di wilayah mereka di Taman Nasional Yasuni."

Berburu monyet.
Suku Huaorani, yang kadang-kadang disebut sebagai Waorani atau Waos, adalah suku Amerindian asli yang menggunakan 'bahasa beruang' yang digunakan secara luas di Ekuador.

Oxford merasa bangga dan bahagia bisa menyaksikan sekaligus hidup bersama suku yang cukup homogen ini.

loading...

1 Response to "Ini Dia Suku di Amazon yang Kerap Berburu dan Makan Monyet"

  1. Waduh, saya lihatnya kok seram ya? apalagi bayanginnya

    ReplyDelete