Melihat Perayaan Kelulusan Siswa di Norwegia yang Cukup 'Gila'

Perayaan kelulusan di Norwegia. Foto: dailymail.co.uk
Pendidikan sangat penting bagi anak-anak, karena akan memberikan mereka pengetahuan dasar. Di Indonesia sendiri, pendidikan diwajibkan hingga 9 tahun dan mereka bebas untuk tidak melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu 'ritual' yang sudah membudaya di sekitar kita adalah saat kelulusan siswa, baik itu tingkat SMP maupun SMA. Di mana para siswa yang baru lulus, biasanya melakukan corat-coret di seragam miliknya.

Tetapi tahukah Anda seperti apa perayaan kelulusan di negara lain? Salah satunya di Norwegia, di mana siswa yang baru lulus selalu melakukan perayaan yang cukup gila bahkan berbahaya. Seperti apa? Berikut lebih jelasnya.

Perayaan kelulusan di Norwegia.
Setiap musim semi, sekitar 40.000 remaja Norwegia melakukan pesta epik sepanjang bulan dengan bus disko seharga $350.000 atau sekitar Rp5 miliar. Di mana mereka nyaris tidak berpakaian dengan ditambah persediaan minuman keras yang tak ada habisnya.

Para remaja ini biasanya membeli bir dan memutar lagu-lagu metal ke dalam ritual hedonis selama 21 hari, sebelum mereka dinyatakan lulus dari sekolah menengah di Norwegia.

Lihat aa yang dibawa siswa ini.
Pakaian yang mereka kenakan biasanya overall merah dan biru yang identik dengan bendera Norwegia. Anak-anak baru lulus akan membanjiri jalan-jalan kota yang damai pada siang hari, dan berpesta di malam hari hingga mabuk sampai Hari Konstitusi pada 17 Mei.

"Di film Amerika, kita mendapat kesan bahwa mereka sangat gila. Tapi kami memiliki perayaan paling gila di Norwegia," kata Fredrik Helgesen, seorang pemimpin mahasiswa komite 'russ' di sebuah sekolah di sebelah barat Oslo.

Siswa selalu mendapatkan tantangan yang semakin sulit seiring berlalunya waktu, yang kan mereka lepaskan dengan minum 24 bir dalam 24 jam, 'memakan' tampon di mulutnya, berhubungan intim di luar rumah atau mencium perwira polisi.

Perayaan kelulusan di Norwegia.
Tradisi 'russefeiring' ini dimulai pada tahun 1905, ketika Norwegia memperoleh kemerdekaannya dari Swedia. Tapi pesta pora di antara anak-anak sekolah ini, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kegilaan bahkan terjadi di Oslo barat sekitar sepuluh tahun yang lalu, di mana persaingan antara sekolah dan teman sekelas menjadi yang paling tinggi. Tapi mulai terasa di bagian lain negara ini juga.

Sementara generasi yang lebih tua kebanyakan mentolerir russ, tradisi sepanjang bulan dengan biaya yang mahal.

"Saya akan mengatakan bahwa Anda hanya melakukan ini satu kali. Anda hanya diperbolehkan satu kali saja, jadi lakukanlah dengan benar saat Anda lulus karena Anda tidak pernah kembali ke sini. Tidak pernah," kata Yemane salah seorang kepala sekolah di Norwegia dikutip dari dailymail.co.uk.

loading...

0 Response to "Melihat Perayaan Kelulusan Siswa di Norwegia yang Cukup 'Gila'"

Post a Comment