Melihat Terowongan Kematian yang Dibangun oleh Pekerja Hingga Tewas

Terowongan dari era Nazi. Foto: dailymail.co.uk
Era Perang Dunia II memang sudah berakhir, namun tidak sedikit fakta yang membuat kita saat ini tercengang, mulai dari teknologi yang tidak masuk akan yang digunakan pada masanya hingga ketangguhan prajurit di medan perang.

Saat itu, serangan selalu dilakukan dari jarak dekat bahkan saat akan membungihanguskan beberapa daerah. Tidak seperti saat ini, yang cukupp menggunakan bom. Bahkan, banyak yang menggali terowongan untuk melakukannya.

Salah satunya terowongan yang manakjubkan ini, yang mirip kompleks bawah tanah. Tidak mudah untuk melakukannya pada masa itu, di mana penerangan sangat terbatas. Bahkan terowongan ini pun digunakan untuk menghancurkan sebuah negara.

Terowongan dari era Nazi. Foto: dailymail.co.uk
Terowongan ini sendiri digali oleh buruh, di mana orang-orang Adolf Hitler menargetkan Inggris daratan untuk dihancurkan dengan serangan bom.

Terowongan yang sekarang ditutup secara permanen, akan digunakan untuk menyebarkan serangan bom Sarin ke daratan Inggris dalam Perang Dunia Kedua oleh rezim Nazi saat itu.

Terowongan itu digali oleh buruh dari daratan Eropa dan para budak yang bekerja di bawah arahan Operasi Todt, di mana mereka harus bekerja sampai mati.

Pada awalnya, angka kematian hanya 4.000 jiwa yang tercatat, namun setelah penyelidikan panjang sekitar dua tahun oleh Kolonel Richard Kemp dan John Weigold--keduanya mantan anggota Resimen Anglikan Kerajaan--diyakini bahwa angka tersebut mendekati 40.000 orang.

Selama bertahun-tahun, lokasi ini dikenal sebagai Lembah Kematian karena di bawahnya pekerja digiring yang tidak diketahui jumlahnya, untuk menggali tanpa mengenal lelah untuk hingga akhirnya tewas di bebatuan dan dihanyutkan ke laut.

Terowongan dari era Nazi. Foto: dailymail.co.uk
Kemp dan Weigold telah menemukan bukti tak terbantahkan bahwa sebuah situs peluncur rahasia untuk rudal V1--salah satu senjata pembalasan Hitler--sedang dibangun di sini.

Dan alasan kerahasiaan itu adalah, yang mengejutkan, dipersenjatai tidak dengan bahan peledak konvensional, namun dengan hulu ledak kimia yang dilarang secara internasional, yang mampu menyebabkan tingkat kerusakan, teror dan kepanikan yang sama yang baru-baru ini terjadi di Suriah. Bom tersebut mengandung gas syaraf yang sama, yaitu Sarin.

Sasarannya adalah pantai selatan Inggris dari Weymouth sampai Plymouth, di mana pada musim dingin 1943 dan musim semi 1944 ratusan ribu tentara Inggris dan Amerika berkumpul dan mempersiapkan invasi D-Day.

Jika saat itu sekutu tidak bekerja sama, ambisi Hitler untuk menaklukkan Inggris mungkin sudah terjadi.

Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Melihat Terowongan Kematian yang Dibangun oleh Pekerja Hingga Tewas"

Post a Comment

×
Judul