Jeritan Pilu Orangtua dari Anak Kembar Dempet Kepala

Kembar dempet kepala. Foto: dailymail.co.uk
Memiliki anak adalah kebahagiaan setiap orangtua mana pun, karena keluarga akan terasa lengkap dengan kehadiran anak. Tapi kadang ada kisah pilu, di mana anak yang dilahirkan tidak sempurna dan memiliki kelainan tertentu.

Tentunya ini menjadi ujian bagi setiap orangtua, untuk tetap memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya apapun kondisinya. Salah satunya orangtua dari anak kembar dempet di kepala ini, yang kerap dilanda kesedihan.

Ini adalah kisah suami istri malang di India, yang tidak pernah berhenti untuk bermimpi melihat anak kembar siam mereka yang kini berusia dua tahun bisa hidup terpisah. Lantas seperti apa kehidupan mereka?

Pushpanjali Kanhar dari Kandhamal, di Orissa, India timur, terkejut saat melahirkan dua anak laki-lakinyag menyatu di kepala, yang terlahir di sebuah rumah sakit setempat, pada tanggal 9 Maret 2015 silam.

Dia tidak tahu jika ada komplikasi sampai dia melihat anak-anaknya, Honey dan Singh, lahir terhubung langsung di tengkorak.

Pemindaian dengan cepat memastikan, jika mereka masing-masing memiliki otak masing-masing dan hanya menyatu di ujung kepala mereka. Tapi setelah dua tahun putus asa berusaha menemukan dokter yang terjangkau untuk membantu, pasangan tersebut gagal dan dipaksa untuk kembali ke rumah.

Kini, pemerintah negara bagian Orissa telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan membantu. Dan keluarga tersebut dijadwalkan bertemu dengan dokter di rumah sakit Ilmu Pengetahuan Alam All India Institute (AIIMS), di New Delhi, ibukota India, untuk konsultasi lebih lanjut.

Dikutip dari Daily Mail, Dr Swapneshwar Gadnayak, Kepala Staf Medis Kabupaten Kandhamal, mengatakan: "Si kembar dikenal sebagai kembar Craniopagus, karena mereka memiliki dua otak yang terpisah namun menyatu di tengkorak."

Kembar dempet kepala dan kakaknya.
Keluarga tersebut telah menunggu dengan sabar bantuan pemerintah, dan sekarang mereka menantikan pertemuan dengan dokter baru.

"Setelah anak laki-laki saya lahir saya mencoba untuk mendapatkan perawatan. Tapi kondisi keuangan saya berarti saya tidak mampu membayar biaya. Pada akhirnya saya kehilangan semua harapan dan saya terpaksa melihat anak-anak saya hidup dengan kondisi ini selama dua tahun," ucap sang ayah, Bhuan Kanhar dikutip dari dailymail.co.uk.

Pasangan itu juga memiliki dua anak laki-laki lainnya, Ajit berusia sembilan tahun, dan Dakhiya yang berusia enam tahun, yang keduanya sehat, dan bermimpi bisa melihat keempat anak mereka bermain bersama.

Sementara, menurut Dr Swapneshwar menambahkan bahwa memisahkan anak laki-laki ini dapat menyebabkan komplikasi perkembangan pada salah satu atau kedua anak laki-laki tersebut.

"Jika operasi terjadi, itu akan menjadi masalah yang kompleks. Risiko tergantung di mana kepala tergabung dan seberapa banyak mereka menyatu," ucapnya.

Kranusopagus terjadi sekali dalam setiap 2,5 juta kelahiran. Dan jika Kiriiopagus si kembar selamat lahir, ada risiko 80 persen mereka akan mati sebelum usia dua tahun jika mereka tidak berpisah.


loading...

0 Response to "Jeritan Pilu Orangtua dari Anak Kembar Dempet Kepala"

Post a Comment